Tingkatkan Ekspor ke Finlandia, Kemendag Gelar Webinar Layanan Business Matching

  • Whatsapp
banner 468x60
Produk Impor Wajib Berbahasa Indonesia : Okezone Economy

JAKARTA, Mofisu.com − Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menggelar seminar web (webinar) “Layanan Business Matching dengan pelaku Usaha Finlandia”. Acara yang diikuti lebih dari 100 pelaku Indonesia ini berlangsung pada hari Selasa (22/12).

“Dalam situasi pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai cara di tengah pembatasan sosial untuk menggenjot ekspor dengan menggunakan pemanfaatan teknologi. Salah satunya, melalui penyelenggaraan webinar penjajakan kesepakatan dagang dan kerja sama antara para pelaku usaha Indonesia dan Finlandia,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan di tempat terpisah.

Read More

banner 300250

Kasan menyampaikan, potensi ekspor ke Finlandia bagi produk-produk Indonesia masih terbuka lebar. Indonesia menempati peringkat ke-39 sebagai negara asal impor Finlandia.

Nilai ekspor Indonesia ke Finlandia periode Januari─Oktober 2020 mencapai USD 50,79 juta. Lima produk ekspor utama Indonesia ke Finlandia yaitu produk karet, alas kaki, buah kaleng, perlengkapan meja
dan dapur, serta mesin cetak, copy, dan faks.

Dalam acara ini, Kementerian Perdagangan menggandeng Findolainen Business Hub Ltd. yang
merupakan badan pelaksana (company spotter/implementing agency) dari Finnpartnership yaitu
sebuah program kemitraan bisnis di bawah Kementerian Luar Negeri Finlandia. Program tersebut bertujuan memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara berkembang.

Baca Juga : Juergen Klopp: Mohamed Salah bahagia di Liverpool

“Melalui Layanan Business Matching ini, perusahaan dan para pelaku bisnis Indonesia dapat mencari mitra bisnis di Finlandia. Para pelaku usaha yang tertarik mengikuti kegiatan ini dapat mengirimkan formulir aplikasinya lengkap dengan salinan dokumen pendukung,” jelas Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan. Jika memenuhi syarat, lanjut Marolop, maka perusahaan akan dimasukkan dalam basis data Matchmaking Service, Finnpartnership.

“Apabila terdapat mitra bisnis dari Finlandia yang berminat bekerja sama, selanjutnya akan diatur pertemuannya. Dalam sebulan, kuota perusahaan yang dapat difasilitasi melalui layanan ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pemilihan perusahaan dilakukan dengan selektif,” tuturnya.

Marolop menjelaskan, bagi Indonesia, pasar Finlandia memiliki potensi ekspor yang masih belum dioptimalkan (untapped export potential). Sebagai contoh, produk kopi. Berdasarkan data International Trade Center (ITC), pada periode tahun 2015–2019, ekspor kopi Indonesia ke Finlandia baru sebesar USD 764 ribu.

Sedangkan potensi ekspor kopi Indonesia di pasar Finlandia mencapai USD 17,6 juta di tahun 2024.
Managing Director Findolainen Business Hub Ltd, Dea Viinikainen juga menambahkan, di pasar Finlandia, yang menjadi faktor utama konsumen membeli suatu produk adalah kualitasnya.

Baca Juga : BUMN Ini Terus Jaga Keberlanjutan Bisnis, dan Memproyeksikan Perkembangan Bisnisnya

Kepatuhan terhadap standar Eropa menjadi jaminan kualitas. Menurutnya, seperti negara-negara Eropa lainnya, Finlandia juga merupakan pasar yang menaruh perhatian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Produk yang sederhana, praktis dengan kemasan minimal, dan menghargai lingkungan (berkelanjutan) semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Marolop menegaskan, di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan akan terus mengupayakan pengembangan ekspor. “Untuk itu, layanan kemitraan bisnis yang disediakan Trade Promotion Office negara lain perlu dimanfaatkan sebaik mungkin,” tandasnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan sedang berupaya menyelesaikan perundingan IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). “Melalui perjanjian dagang ini, diharapkan Indonesia dapat memperluas akses pasar dan investasi dengan Uni Eropa di masa mendatang. Untuk dapat masuk pasar ini, pelaku usaha Indonesia perlu mempersiapkan diri, salah satunya dengan menyesuaikan kualitas produk yang dimiliki sesuai dengan tren, selera, dan standar pasar Eropa,” tutup Marolop.

Sumber : Kemendag RI

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *