Waskita Karya (WSKT) menyatakan siap ikut lelang operator Pelabuhan Patimban

  • Whatsapp
banner 468x60
Target Kontrak Baru 2016 Waskita Karya Sebesar Rp100 Triliun

JAKARTA, Mofisu.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WKST) menyatakan siap untuk mengikuti lelang operator Pelabuhan Patimban yang sudah memasuki tahap prakualifikasi. Melalui anak usahanya, PT Waskita Karya Infrastruktur ikut dalam lelang operator Pelabuhan Patimban.

Sekretaris Perusahaan WSKT Ratna Ningrum mengatakan, Waskita Karya Infrastruktur tengah dalam proses lelang operator Pelabuhan Patimban. “Waskita Karya Infrastruktur saat ini sedang mengikuti lelang tersebut dan masih dalam proses,” kata Ratna.

Read More

banner 300250

Nama Waskita Karya Infrastruktur muncul bersama 9 perusahaan lain yang mendaftar dan mengambil dokumen prakualifikasi tender operator Patimban.

Baca Juga: Waskita Karya Garap Proyek Di Luar Negeri Senilai Rp 71 T

Selain Waskita Karya Infrastruktur, kesembilan badan usaha lain yang mendaftar dalam lelang Pelabuhan Patimban diantaranya, PT Indika logistik Support Services; PT Samudera Terminal Indonesia; PT CTCorp Infrastruktur Indonesia; PT UC Services; PT Hasnur Jaya International; PT Hasnur Resources Terminal; PT Wahyusamudra Indah; PT Kaltim Kariangau Terminal; PT Waskita Karya Infrastruktur; dan PT Temas Tbk.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) Aulia Febri mengatakan, dengan masuknya anak usaha emiten berkode saham WSKT tersebut menunjukkan bahwa pelabuhan tidak harus dikelola oleh ahli di bidang pelabuhan atau pelayaran.

“SDM mudah direkrut, teknologi tinggal beli, dunia terbuka tidak perlu hanya ahli di pelayaran atau pelabuhan yang dapat berbisnis jadi operator pelabuhan. Itu arogansi namanya,” ujar Aulia.

Dari kesepuluh perusahaan tersebut, nama PT Waskita Karya Infrastruktur dan PT CTCorp Infrastruktur tidak memiliki rekam jejak di bidang pelabuhan karena lebih dominan di industri investasi dan infrastruktur.

Aulia meengungkapkan, sesuai dengan harapan pihaknya sejak awal agar pengelola Pelabuhan Patimban adalah pengusaha swasta, bukan BUMN yang sudah mengelola pelabuhan.

Baca Juga: Direktur Utama Perusahaan Ini Orasi Keinsinyuran di FTI UMI

Apabila pengelola Pelabuhan Patimban adalah BUMN, seperti Pelindo II atau anak usahanya, Ia khawatir Pelindo akan melakukan penyeimbangan volume pengelolaan barang antara Patimban dan Tanjung Priok dan hasilnya, tujuan Pelabuhan Patimban guna mendukung kawasan industri sekitarnya menjadi tidak maksimal.

Perlu diketahui, Pelabuhan Patimban merupakan proyek hasil kerja sama antar pemerintah (G to G) Indonesia dengan Jepang. Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA) telah berkomitmen mengucurkan pinjaman tahap pertama senilai 118 miliar Yen atau setara Rp 14,2 triliun untuk tahap pertama; total pendanaan mencapai Rp 42 triliun.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *