Proyek Infrastruktur 2021 Dikebut, Saham Waskita Diserbu Investor

  • Whatsapp
banner 468x60
BI: Kepanikan Global Mereda, IHSG dan Rupiah Pulih |

JAKARTA, Mofisu.com – Harga saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melesat 11,39% menjadi Rp 880/saham pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (10/11/2020) seiring dengan mulai digenjotnya sejumlah proyek infrastruktur pemerintahan Joko Widodo.

Di awal tahun 2021, setidaknya proyek senilai puluhan triliun mulai dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Read More

banner 300250

Mengacu data BEI, saham WSKT pun terkerek naik dengan sentimen positif ini. Saham Waskita ditransaksikan mencapai Rp 349,56 miliar dengan volume perdagangan 414,12 juta saham.

Nilai kapitalisasi pasar WSKT mencapai Rp 11,95 triliun. Saham WSKT sudah menguat 16,56% dalam sepekan terakhir, 61,47% dalam sebulan terakhir, dan 6 bulan terakhir juga melesat 53%.

Saham emiten konstruksi BUMN ini juga masuk deretan top buy teratas dari nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 67,77 miliar.

Saham WSKT juga masuk top buy nasabah kompetitor Mirae dengan beli bersih Rp 24,74 miliar.

Baca Juga : Waskita Karya (WSKT) kantongi kontrak baru sebesar Rp 15 triliun hingga Oktober

Harga saham WSKT yang melesat jadi Rp 880/saham ini juga melewati target price yang dipatok analis Mirae, Joshua Michael pada 19 Oktober silam.

Saat itu Michael memberi rekomendasi trading sell untuk saham Waskita dengan target harga Rp 575/saham, dengan EPS growth (pertumbuhan earnings per share) -187,8%.

Adapun proyeksi price earnings ratio (PER) di tahun depan mencapai 34,4 kali dengan price to book (PBV) 0,6 kali

Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, kontrak baru Waskita Karya sudah mencapai Rp 12,2 triliun, di mana Rp 8,1 triliun adalah tambahan kontrak baru di Q3-2020.

“Waskita membukukan kontrak baru Rp 12,2 triliun di 9 bulan per Septemberm atau turun 19,3% secara year on year, merealisasikan 52,1% dari proyeksi target kami yakni kontrak baru Rp 23,4 triliun. Pencapaian per September ini lebih rendah dari September 2019 yakni mencapai realisasi 58,2%,” tulis Michael.

Sebesar 49% dari kontrak baru pada 9 bulan itu adalah proyek berskema turn key (proyek dibayar setelah jadi).

Beberapa proyek unggulan di 9 bulan pertama tahun ini bagi Waskita yakni Jalan Tol Bocimi seksi 3 & 4 (Rp 3,3 triliun); Jalan Tol Paspro Seksi 4; Paket Bendungan Jragung 1 (Rp 700 miliar); Jalan Tol Japek Selatan 3 (Rp 700 miliar); dan Rentang Irrigation Modernization Project atau RIMP (Rp 600 miliar).

Di awal tahun 2021, setidaknya proyek senilai puluhan triliun mulai dikerjakan Kementerian PUPR.

Baca Juga : Dirut Pupuk Indonesia Tangkis Isu Kelangkaan Pupuk

Untuk garapan Waskita, yakni Jalan Tol Semarang Harbour (Semarang – Kendal) yang dikejrakan konsorsium PT Sumber Mitra Jaya dan Waskita Toll Road, anak usaha Waskita.

Panjangnya mencapai 20,86 Km, dengan nilai investasi Rp 12,13 triliun.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto mengatakan pada kuartal I tahun 2021, direncanakan pelaksanaan pengadaan Badan Usaha Pelaksana untuk 6 ruas jalan tol sepanjang 208,73 km dengan biaya Investasi Rp 70,47 triliun.

“Kita berharap ini bisa akan dijalankan pada awal 2021 nanti,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, dikutip CNBC Indonesia.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *