BUMN Karya Jaga Kesehatan Finansial

  • Whatsapp
banner 468x60
This image has an empty alt attribute; its file name is image.png

JAKARTA, Mofisu.com – Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono optimistis Waskita mampu meningkatkan kinerja dan kemampuan keuangan perusahaan dalam jangka panjang, terutama setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Destiawan Soewardjono mengatakan, keyakinannya didasari strategi yang tengah diterapkan perseroan yaitu fokus pada pasar eksternal dan pengembangan bisnis yang seimbang, melepas ruas tol yang telah beroperasi, akselerasi penyelesaian ruas tol investasi, dan meningkatkan kemampuan likuiditas.

Read More

banner 300250

“Waskita akan gencar menangkap potensi pasar konstruksi konvensional, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri,” ujar Destiawan.

Destiawan menjelaskan, manajemen akan melakukan penataan kembali proyek-proyek investasi yang dimiliki Waskita. Kata Destiawan, dalam lima tahun terakhir, Waskita sangat fokus pada investasi jalan tol yang memerlukan modal besar dan bersifat jangka panjang.

Ke depan, Waskita Karya akan membuat portofolio proyek pengembangan bisnis yang lebih seimbang antara jangka pendek, menengah, serta jangka panjang dengan proyek yang lebih bervariasi dan bukan hanya jalan tol.

Baca Juga : BUMN Ini Pinjamkan Rp4,5 Triliun ke Anak Usahanya

“Saat ini kami sudah memetakan potensi proyek pengembangan bisnis dengan nilai setidaknya Rp 70 triliun untuk tiga hingga lima tahun ke depan,” lanjut Destiawan.

Dalam rangka penataan kembali proyek investasi, ucap Destiawan, tahun ini manajemen Waskita juga menargetkan untuk melepas kepemilikan pada beberapa jalan tol. Destiawan menjelaskan setidaknya ada lima ruas yang ditargetkan untuk diambil alih sahamnya oleh investor baru di kuartal IV 2020 yang meliputi tol yang berlokasi di Jakarta seperti Ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), serta beberapa ruas tol yang termasuk ke dalam jaringan Trans-Jawa dan Trans-Sumatra.

“Apabila seluruh target pelepasan jalan tol pada 2020 dapat terlaksana maka Waskita akan dapat mengurangi utang Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun,” ungkap dia.

Baca Juga : Bakir Pasaman dan Darmin Nasution Masuk Jajaran Petinggi PT Pupuk Indonesia

Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai kehadiran vaksin Covid-19 dan pemberian stimulus ekonomi pada semester II tahun ini dapat mendorong kinerja BUMN karya.

“Kehadiran vaksin dan stimulus ekonomi lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 yang digenjot pada semester II tahun ini kemungkinan akan berdampak positif pada proyek-proyek padat karya yang akan dijalankan oleh BUMN Karya,” ujar Toto.

Menurut dia, salah satu proyek padat karya yang potensial terdorong positif adalah proyek konstruksi. Hal itu terutama proyek-proyek konstruksi yang memicu multiplier effect aktivitas ekonomi kawasan seperti jalan tol. 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *