Waskita Karya Garap Proyek Di Luar Negeri Senilai Rp 71 T

  • Whatsapp
banner 468x60
Strategi Waskita Karya Lindungi Pegawai di Tengah Pandemi Covid-19 - Bisnis  Liputan6.com

JAKARTA, Mofisu.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menggarap sejumlah proyek di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika, dengan potensi proyek mencapai Rp 71 triliun.

President Director Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan, semua potensi tersebut merupakan hasil pemetaan dari Overseas Division Waskita. Dan, pihaknya yakin sukses mengeksekusi proyek tersebut.

Read More

banner 300250

“Karena kami sudah punya pengalaman sebelumnya. Dan Waskita dapat support fasilitas modal kerja dari perbankan, untuk mengeksekusi proyek di luar negeri,” jelasnya dalam Public Expose di Jakarta, kemarin.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health and Environment (QSHE) Waskita Fery Hendriyanto merincikan beberapa proyek luar negeri yang bakal digarap Waskita. Antara lain, Light Rail Transit (LRT) di Filipina, pembangunan di bandara Kuala Lumpur, dan proyek infrastruktur di Johor, Malaysia.

Selain itu, Waskita membangun beberapa proyek bersama perusahaan karya lainnya, untuk renovasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, Taiwan dan beberapa di kawasan Asia Timur.

Baca Juga : PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Mengincar Rp 5,3 Triliun dari Target Penjualan Lima Tol

Untuk pasar dalam negeri, lanjut Fery, WSKT fokus pada jenis proyek yang menjadi kompetensi inti dan keunggulan dari perseroan, yaitu proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan.

Serta, bandar udara dan juga proyek infrastruktur pengairan seperti bendungan, irigasi dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Pada kesempatan ini, Destiawan menyampaikan, Waskita berencana melepas sebagian kepemilikan saham (divestasi) pada jalan tolnya pada kuartal IV-2020. Yang terdekat, ruas jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), serta beberapa ruas tol yang termasuk ke dalam jaringan Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Seperti diketahui, 30 persen saham PT Waskita Toll Road (WTR) pada ruas Becakayu akan dilepas melalui skema instrumen Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) kepada investor. Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) antara WTR dan Investor telah ditandatangani pada 31 Agustus 2020 lalu.

Ruas tol yang ditawarkan kepada investor merupakan ruas yang telah beroperasi secara penuh maupun parsial. Saat ini WTR memiliki 16 ruas tol, di mana 5 ruas yang telah beroperasi secara penuh dan 5 ruas beroperasi sebagian. Sementara 6 ruas sisanya dalam proses konstruksi.

Baca Juga : Yamaha Belum Menyerah Tingkatkan Top Speed M1

Pada kuartal IV- 2020, Waskita juga menargetkan tambahan 3 ruas yang akan beroperasi, yaitu Tol CimanggisCibitung seksi 1, Tol Cibitung Cilincing seksi 1 dan Tol KrianLegundi-Bunder seksi 1-3.

Destiawan menambahkan, ke depan, manajemen juga akan melakukan penataan kembali proyek proyek investasi yang dimiliki oleh Waskita.

Pasalnya, dalam 5 tahun terakhir Waskita sangat fokus pada investasi jalan tol. Waskita akan membuat portfolio proyek pengembangan bisnis yang lebih seimbang. Yaitu antara jangka pendek, menengah, serta jangka panjang dengan proyek yang lebih bervariasi, bukan hanya jalan tol saja.

IPO Anak Usaha Tahun depan Waskita Karya juga berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) salah satu dari empat anak usahanya.

Destiawan belum mau bicara lebih detail soal itu. Pasalnya, saat ini Waskita masih melakukan analisa internal, serta melakukan berbagai persiapan untuk menuju IPO.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Telah Salurkan 6,9 Juta Ton Pupuk Bersubdsidi

Terkait pembiayaan, dia menuturkan, saat ini, pihaknya sedang sedang fokus untuk melakukan penguatan likuiditas.

Hingga 30 September 2020, Waskita sudah berhasil mengumpulkan Rp 17,4 triliun dari pembayaran proyek, dan pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). [DWI]

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *