Pengelolaan Instrumen Fiskal Indonesia Memudahkan Pembiayaan Covid-19

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA, Mofisu.Com – COVID-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian dunia. Langkah-langkah yang sifatnya extraordinary di semua bidang dilakukan oleh masing-masing negara sesuai dengan kebijakan yang dibuat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi narasumber Acara “Capital Market Summit and Expo” yang diselenggarakan secara daring pada Senin (19/10).

Read More

banner 300250

Tak terkecuali Indonesia, Menkeu dalam paparannya menyampaikan bahwa pemerintah juga mengambil kebijakan dengan adanya Covid ini.

Baca juga : Begini Cara Sebuah Perusahaan Menjaga Likuiditas Usai Penurunan Peringkat

“Indonesia akan berusaha menggunakan instrumen terutama fiskal bersama dengan instrumen lain untuk meminimalkan dampak dari Covid ini dan segera mendukung pemulihan masyarakat dan pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

Sebagai akibat dari kebijakan penanganan Covid, hampir seluruh negara mengalami defisit keuangan. Hal ini menyebabkan banyak negara yang kesulitan memperoleh pembiayaan guna memenuhi kebutuhaan pendanaannya.

undefined

Baca juga :  Menteri Erick Tetapkan Putra Aceh Singkil Bakir Pasaman sebagai Dirut PT Pupuk Indonesia

Tidak demikian dengan Indonesia, Menkeu menyatakan bahwa Indonesia memiliki reputasi yang baik dalam pengelolaan APBN sehingga memberi kemudahan untuk memperoleh pembiayaan. Pemerintah melakukan komunikasi perkembangan ekonomi terkini dan ketahanan sektor keuangan Indonesia kepada seluruh media dan stakeholder. Keterbukaan ini menggambarkan bagaimana fiskal APBN didesain dan disesuaikan secara prudent, transparan serta akuntabel sebagai usaha pada jangka menengah dapat memulihkan ekonomi sekaligus menyehatkan APBN kembali.

“Indonesia dari sisi reputasi terus melakukan berbagai macam komunikasi sehingga trasparansi dan kredibilitas APBN kita sangat jelas. Investor bisa menilai risiko kita,” ungkap Menkeu.

Pengelolaan APBN yang baik ini juga dirasakan oleh investor dalam negeri, ditandai dengan meningkatkan jumlah investor dari segmen milenial yang melakukan investasi pada instrumen Surat Berharga Negara yang diterbitkan Kementerian Keuangan.

Baca juga : Ini Duduk Perkara Rekind Cabut dari Proyek Pipa Gas Cisem

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *