Kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung, Polisi panggil ahli dari Kementerian PUPR dan BPOM

  • Whatsapp
banner 468x60
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar atau Sengaja Dibakar? | merdeka.com

JAKARTA, Mofisu.Com – Aparat kepolisian memanggil sejumlah ahli dan saksi untuk diperiksa dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. “Hari ini telah dilayangkan surat pemanggilan ahli dari KemenPUPR, BPOM, dan saksi penjual dust cleaner merek TOP,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen (Pol) Ferdy Sambo melalui keterangan tertulis, Senin (28/9). 

Sebagai informasi, minyak lobi atau minyak pembersih (dust cleaner) merupakan salah satu barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus ini. Berdasarkan temuan polisi, minyak lobi menjadi salah satu penyebab api menjalar dengan cepat saat kebakaran terjadi karena mengandung senyawa hidrokarbon. 

Read More

banner 300250

Baca juga : Pangkas Beban Utang Rp 20 T, Waskita Mau Lepas 7 Ruas Tol

Ferdy mengatakan, penyidik memeriksa enam orang saksi dari pihak Kejaksaan Agung. Namun, ia tak merinci siapa keenam saksi dari Kejaksaan Agung yang diperiksa. “Tim penyidik gabungan Polri kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung memeriksa enam orang saksi dari Kejaksaan Agung,” ucap dia.  

Dalam kasus ini, polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana. Setelah polisi melakukan gelar perkara, kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. Unsur pidana yang dimaksud seperti tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP. 

Pasal 187 KUHP menyebutkan, barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaranterancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal. 

Baca juga : Waskita ‘Jual’ Tol Buat Pangkas Utang Rp 21 Triliun

Kemudian, Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. 

Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh aparat kepolisian. Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2020 pukul 18.15 WIB itu akhirnya dapat dipadamkan keesokan harinya, 23 Agustus 2020 pukul 06.15 WIB. Akibat kejadian itu, seluruh ruangan di Gedung Utama Kejaksaan Agung habis terbakar.

Baca juga : Begini strategi Waskita Karya (WSKT) menjaga likuiditas usai penurunan peringkat

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *