Mendag Serukan Langkah Konkret Pemulihan Ekonomi Kawasan APEC di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
banner 468x60

MOFISU.COM, JAKARTAMenteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menekankan pentingnya percepatan pemulihan ekonomi di masa dan pascapandemi Covid-19 melalui kerja sama yang lebih solid dan konkret di antara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Hal ini disampaikan Mendag di sela APEC Virtual Ministers Responsible for Trade Meeting (APEC VMRT) yang berlangsung pada Sabtu (25/7).

“APEC memprediksi pertumbuhan ekonomi kawasan APEC tahun 2020 akan mengalami kontraksi sebesar 3,7 persen. Hal ini diperburuk dengan melemahnya arus rantai suplai serta menurunnya permintaan akibat implementasi langkah-langkah darurat kesehatan oleh hampir semua negara. Untuk mengatasi dampak yang lebih buruk bagi perekonomian khususnya di kawasan APEC, dibutuhkan perhatian khusus dan aksi yang cepat serta strategis dari semua anggota Ekonomi APEC,” jelas Mendag Agus.

Read More

banner 300250

Lebih lanjut, Mendag menuturkan, kerja sama regional APEC harus diperkuat guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di masa maupun pascapandemi. Hal ini dilakukan melalui kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan, penanganan hambatan rantai suplai, penguatan koordinasi, dan pertukaran informasi kebijakan penanganan dampak pandemi di kawasan APEC.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Catat Kenaikan Penjualan Produk di Tengah Pandemi

“Sebagai upaya memperkuat respons secara kolektif dan menyusun langkah strategis bagi pemulihan ekonomi kawasan Asia Pasifik, para Menteri Perdagangan APEC telah menghasilkan suatu rekomendasi langkah konkret dan program kerja nyata bagi forum APEC dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19,” lanjut Mendag Agus.

Di forum APEC, Indonesia berperan aktif dalam pertukaran informasi kebijakan penanganan Covid-19. Kontribusi dalam rangka memperkuat program kerja utama APEC juga terus dilakukan, terutama dalam upaya mengatasi berbagai hambatan nontarif; mendorong fasilitasi perdagangan untuk mempermudah sektor bisnis; penguatan rantai suplai, integrasi, dan diversifikasi rantai nilai; serta kerja sama untuk memperkuat konektivitas kawasan.

Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menekankan agar APEC mendorong terwujudnya sinergi penanganan dampak ekonomi Covid-19 yang disepakati di berbagai fora seperti ASEAN, ASEAN Plus 1, dan G20 agar langkah-langkah yang ditempuh dapat saling memperkuat, tidak tumpang tindih, dan betul-betul efektif.

“Indonesia melalui Kementerian Perdagangan akan terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas anggota Ekonomi APEC, khususnya yang menyangkut partisipasi lebih lanjut dalam hal rantai nilai dan rantai suplai; isu-isu inklusivitas; dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pemanfaatan perkembangan ekonomi digital,” ujar Mendag.

Dalam pertemuan APEC VMRT ini, para Menteri Perdagangan APEC telah menyepakati suatu pernyataan bersama (APEC VMRT statement) sebagai wujud penegasan komitmen bersama atas pentingnya mitigasi dampak pandemi Covid-19 secara efektif, berkelanjutan, dan inklusif.

“APEC VMRT statement merefleksikan komitmen bersama Ekonomi APEC dalam memperkuat ketahanan rantai suplai dan memfasilitasi kelancaran arus barang esensial secara transparan, nondiskriminatif, stabil, dan dapat diprediksi untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya terhadap sektor perdagangan. Program kerja Ekonomi APEC untuk penanganan pandemi tersebut merupakan langkah strategis yang penting untuk segera dilakukan, namun dengan tetap menjaga kepentingan nasional dan memperhatikan kebijakan domestik Ekonomi APEC,” imbuh Mendag Agus.

“Aksi kolektif yang dilakukan secara regional maupun global, sinergi, dan kolaborasi menjadi landasan yang kuat untuk mempercepat pemulihan ekonomi, baik di masa maupun pascapandemi Covid-19. Ekonomi APEC perlu terus meningkatkan konsolidasi dan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan di masa transisi ini. Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pemulihan ekonomi melalui berbagai perangkat kebijakan perdagangan yang terintegrasi dengan tetap memprioritaskan perlindungan kepada masyarakat,” pungkas Mendag.

Sumber : Semester I, Pupuk Indonesia catatkan volume produksi 6,2 juta ton

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *