Siap Hadapi The New Normal, Holding Perkebunan Nusantara Targetkan Produksi Gula Capai 1 Juta Ton Dalam Musim Giling 202

  • Whatsapp
banner 468x60

MOFISU.COM, JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara optimistis menargetkan 1 juta ton produksi gula di anak perusahaan (PTPN Gula) dalam musim giling tebu tahun ini. Pelaksanaan giling tebu tersebut dilaksanakan sesuai jadwal guna mendukung program pemenuhan bahan pokok gula sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat yang saat ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) akibat persediaan stok gula yang kian menipis di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga : PJB Operasikan Seluruh Pembangkit Selama Musim Lebaran

Read More

banner 300250

Oleh karena itu, Holding yang menaungi pabrik gula (PG) di Grup PTPN secara bertahap memulai giling pada 30 Mei 2020 di PG Gempolkrep, Mojokerto, Jawa Timur, kemudian dilanjutkan ke PG yang lain sesuai perencanaan dan strategi giling.

“Kami telah siapkan izin operasional giling dan mobilisasi aktivitas tenaga kerja dalam pemenuhan pangan di tengah pandemi Covid-19. Melindungi karyawan dan petani merupakan langkah yang dilakukan Grup PTPN dalam menghadapi the new normal karena keselamatan karyawan menjadi prioritas utama dalam keberlangsungan bisnis perseroan” kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya kepada pers di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Ghani menjelaskan, total areal tanaman tebu milik PTPN (PTPN IX, X, XI, XII, XIV, II,VII) maupun milik petani tahun ini sekitar 168.000 hektar dan diproyeksikan mampu menghasilkan tebu untuk digiling mencapai 12,2 juta ton. Target pencapaian produksi gula 1 juta ton dengan tingkat rendemen pada kisaran 8%, yang bersumber dari bahan baku tebu di Jawa, 84% berasal dari petani tebu rakyat sehingga PTPN Grup diharapkan dapat bersinergi dan mendukung setiap wilayah pabrik gula untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan penggilingan seluruh tebu petani binaan. Menurutnya, untuk mencapai target produksi gula tersebut perseroan telah menyiapkan peralatan pabrik dengan maintenance dan investasi peralatan, analisa pendahuluan sampel tebu dan persiapan TMA (tebang, muat dan angkut) untuk menjamin keandalan dan efisiensi giling.

Lebih lanjut lagi, di masa The New Normal giling tebu tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk itu kegiatan operasional dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat yakni dengan memberlakukan physical distancing, cek suhu tubuh, wajib masker dan cuci tangan guna melindungi keselamatan karyawan pabrik gula dan kalangan petani. Semaksimal mungkin tetap menjaga jarak aman dengan menghindari bergerombol dan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaan tebang, muat, angkut (TMA), PTPN mengutamakan tenaga asli daerah. Apabila pabrik gula mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah, maka yang bersangkutan harus membawa surat keterangan sehat bebas Covid-19 (non reaktif) dan harus dipastikan surat sehat tersebut asli serta yang dari luar daerah harus tinggal di asrama/barak yang disediakan.

“Dalam evaluasi tahun lalu, banyak hal yang harus dibenahi agar kinerja seluruh PTPN Gula dalam musim giling tahun ini bisa memberi kontribusi profitabilitas ke Perseroan. Terobosan dan strategi bisnis diharapkan mampu menjawab tantangan menjamurnya pabrik gula swasta dan menurunnya areal tebu, serta situasi pendemi saat ini diharapkan tidak menghalangi pencapaian target produksi gula dalam musim tahun kali ini. Dengan adanya program reviltalisasi berupa modernisasi dan penambahan kapasitas pabrik gula di grup PTPN, tahun ini merupakan momentum tepat untuk uji coba performa pabrik dalam memproduksi gula kristal putih untuk kebutuhan nasional, “tutupnya.

Mengenai Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero):

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet. Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014. Sebagai perusahaan induk (Holding Company) BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas pada 20 perusahaan perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara, perusahaan di bidang industri hilir minyak kelapa sawit PT Industri Nabati Lestari, perusahaan di bidang industri hilir karet PT Industri Karet Nusantara, perusahaan di bidang pendidikan industri perkebunan PT LPP Agro Nusantara, perusahaan di bidang industri pupuk dan pestisida berbasi hayati dan organik PT Bio Industri Nusantara, perusahaan di bidang kawasan industri berbasis produk hasil perkebunan yaitu PT Kawasan Industri Nusantara KEK Sei Mangkei serta perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara.

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan seluas 1,17 Juta hektar. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan yang terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, tebu, karet, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing. Berdasarkan data per 31 Maret 2020, areal tanaman PTPN III (Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 593.935 hektar, tanaman karet seluas 146.345 hektar, tanaman tebu seluas 62.583 hektar serta areal teh 30.512 hektar.

Sumber : Jaga Pasokan Saat Lebaran, PT PJB Operasikan 35 Unit Pembangkit Listrik

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *